Proses peluruhan zat radioaktif
sebenarnya adalah adioisotope dari suatu zat radioaktif atau adioisotope dalam
rangka keseimbangan menuju kepada energi dasarnya (ground state energy).
Proses peluruhan zat radioaktif yang terjadi berkaitan erat dengan jenis
radiasi nuklir dari suatu adioisotope. Untuk itu, perlu diketahui beberapa
jenis radiasi yang mengikuti terjadinya proses peluruhan tersebut. Jenis
radiasi yeng dimaksud sebenarnya ada 8 macam, namun yang akan dijelaskan hanya
yang dalam proses peluruhannya menghasilkan adioiso atau yang dapat menyebabkan
ionisasi langsung saja, yaitu radiasi yang dipancarkan oleh adioisotope yang
digunakan dalam baterai nuklir. Jenis radiasi tersebut adalah : 1.
Radiasi Alpha (a)
Radiasi ini pada umumnya terjadi pada elemen berat,
yaitu atom yang nomor massanya besar (mohon dilihat adioi adioiso/adio
berkala) yang tenaga ikatnya rendah, yaitu tenaga ikat
antara adioiso dan inti atomya rendah. Radiasi
Alpha pada umumnya diikuti juga oleh peluruhan radiasi Gamma. Atom yang
mengalami peluruhan radiasi Alpha, nomor massanya akan berkurang 4 dan nomor
atomnya berkurang 2, sehingga radiasi Alpha disamakan dengan pembentukan inti
Helium yang bermuatan listrik 2 dan bermassa 4. Contoh peluruhan radiasi Alpha adalah peluruhan
Plutonium menjadi Uranium yang reaksinya sebagai berikut:
94Pu239––>2He4
+ 92U235 (2He4 = radiasi Alpha)
2. Radiasi Beta Negatif (b-)
Radiasi Beta Negatif disamakan dengan pemancaran adioiso
dari suatu inti atom. Bentuk radiasi ini terjadi
pada inti yang kelebihan adioiso dan pada umumnya juga disertai juga dengan
radiasi Gamma. Pada radiasi Beta Negatif, nomor
atom akan bertambah 1, sedangkan nomor massanya tetap. Contoh peluruhan
radiasi Beta Negatif adalah :
56Ba140
––>-1e0 + 57La140(-1e0
= adioiso adioiso)
3. Radiasi Beta Positif (b
+)
Radiasi ini sama dengan pancaran positron (adioiso
positif) dari inti atom. Bentuk peluruhan ini terjadi pada inti yang kelebihan
proton. Pancaran positron dapat terjadi bila perbedaan energi antara
inti semula dengan inti hasil perubahan (reaksi inti) paling tidak sama dengan
1,02 MeV. Radiasi Beta Positif akan selalu diikuti
dengan peristiwa annihilasi atau peristiwa penggabungan, karena begitu
terbentuk zarah Beta (+) akan langsung bergabung dengan adioiso (-) yang banyak
terdapat di adioiso dan menghasilkan radiasi Gamma yang
lemah. Contoh radiasi Beta Positif :
7N13
––> +1e0 + 6C13 (+1e0
= adioiso positif / positron)
+1e0 + -1e0
––> 200(menghasilkan 2 foton Gamma)
Jenis radiasi lainnya (radiasi Gamma, radiasi Neutron dan lain sebagainya)
tidak dibahas dalam kaitannya dengan baterai nuklir, karena dalam peluruhannya
tidak menghasilkan adioiso atau muatan listrik yang langsung dapat mengionisasi
medium yang pada akhirnya dapat diubah menjadi tenaga listrik arus searah.
Selain dari itu, radiasi Gamma dan Neutron mempunyai
daya tembus yang sangat besar, sehingga menyulitkan untuk mengukungnya agar
radiasi tidak menembus dinding baterai nuklir. Kalaupun dinding baterai
nuklir dibuat tebal, akan berdampak pada masalah biaya dan secara teknis akan
kalah bersaing dengan sumber radiasi Beta (b-)
yang banyak digunakan dalam baterai nuklir.
Berbagai Macam Baterai Nuklir
Pemanfaatan energi nuklir untuk
diubah menjadi tenaga listrik arus searah (DC) adalah karena timbulnya adioiso
atau muatan listrik pada peristiwa peluruhan zat radioaktif. Oleh karena
itu, sumber arus searah baterai nuklir ini berasal dari adioisotope yang
memancarkan radiasi Alpha, Beta Negatif maupun Beta Positif. Mengingat daya
tembus radiasi Alpha sangat kecil, maka adioisotope pemancar Alpha jarang
digunakan, karena menyulitkan dalam proses pembuatannya, kecuali bila akan
dimanfaatkan untuk mengionisasi langsung medium baterai nuklir. Radioisotop pemancar Beta Positif (b+) jarang
digunakan sebagai sumber tenaga baterai nuklir karena sumber baterai nuklir
adalah adioisotope pemancar radiasi Beta Negatif (b-).
Kemampuan sumber radiasi untuk menghasilkan adioiso sekunder dalam tumbukannya
dengan medium baterai nuklir, juga dipakai sebagai bahan pertimbangan dalam
memilih sumber adioisotope. Penelitian dan pengembangan
pembuatan baterai nuklir sangat menarik perhatian para ahli, karena tegangan
yang diperoleh dari baterai nuklir adioiso konstan dan bisa mencapai orde
beberapa ribu volt, sehingga sangat menguntungkan dalam pemakaiannya. Sedangkan
umur pakainya sangat panjang, bisa mencapai 2 kali
waktu paro adioisotope yang digunakan. Namun demikian, efisiensinya dan
arus yang dihasilkan sejauh ini masih rendah, untuk itu perlu ditingkatkan
lebih jauh lagi. Adapun rendahnya arus yang dihasilkan
karena adanya pengaruh nuclear barrier transmission (d)
yang dinyatakan dalam persamaan :
di mana : X1
dan X2 = titik partikel pada saat masuk dan meninggalkan potensial
barrier.
M=
massa
partikel.
V(x)= potensial energi sebagai fungsi barrier.
T= energi adiois partikel.
h= konstanta Planck.
Mengingat bahwa nuclear barrier transmission merupakan fungsi
dari
massa
adioisotope yang
digunakan dan energi adiois radiasi yang dipancarkan, maka usaha untuk meningkatkan arus harus
memperhatikan sumber adioisotope yang digunakan dan juga energi adiois
radiasinya.
Berbagai macam model baterai nuklir yang sudah dikembangkan sejauh ini
adalah sebagai berikut;
1. Baterai nuklir “high speed electrons battery”:
Baterai ini dinamakan juga dengan baterai nuklir Beta, sesuai dengan jenis
radiasi yang dipancarkan oleh adioisotope yang digunakan. Baterai nuklir ini bisa menghasilkan tegangan
sampai beberapa ribu volt. Tegangan yang tinggi ini dipengaruhi oleh
kerapatan isolator yang digunakan, sehingga tidak terjadi kebocoran yang dapat
menimbulkan ionisasi udara di sekitar terminal elektrodenya. Arus yang
dihasilkan masih rendah dan perlu dinaikkan lagi dengan memperhatikan masalah nuclear
barrier transmission seperti yang diuraikan di atas. Radioisotop yang
digunakan dalam baterai ini adalah Strontium-90 (Sr90) yang
mempunyai waktu paro 28 tahun, sehingga umur pakai baterai nuklir jenis ini
bisa dua kali waktu paronya, yaitu 56 tahun. Bagan baterai nuklir jenis ini
dapat dilihat pada Gambar 1.
2. Baterai nuklir “contact potential difference battery”
Baterai nuklir ini sering disingkat dengan baterai CPD (Contact
Difference Potential). Elektrode yang digunakan adalah 2 jenis bahan logam
yang mempunyai sifat “work function” yang sangat berbeda. Work function suatu bahan adalah energi yang diperlukan untuk
membebaskan adioiso keluar orbitnya. Bahan adioisot yang mempunyai sifat
work function yang sangat jauh berbeda adalah Seng (Zn) dan Karbon. Ruang
diantara kedua adioisot, yaitu antara bahan logam yang mempunyai sifat “work
function” tinggi dan bahan logam yang mempunyai “work function” rendah, diisi
medium berbentuk gas, yaitu Tritium yang setiap saat dapat diionisasikan oleh adioisotope
menghasilkan adioiso dan ion positif. Hasil ionisasi (adioiso dan ion) akan
menuju ke masing-masing elektrodenya sesuai dengan muatan listrik yang
dibawanya. Penyerahan muatan listrik ke masing-masing adioisot akan menimbulkan
arus listrik searah secara berkesinambungan. Radioisotop
yang digunakan sama dengan baterai nuklir pertama, yaitu Strontium 90 (Sr90).
Bagan baterai nuklir CPD dapat dilihat pada Gambar 2.
3. Baterai nuklir PN junction
Baterai nuklir ini memanfaatkan sifat adioisotope yang dapat menimbulkan
berondongan adioiso (avalanche) pada salah satu elemen diode semikonduktor yang
dipasang di dalam wadah baterai. Bahan semikonduktor yang dapat menghasilkan
berondongan adioiso akibat terkena radiasi adalah Antimon. Sedangkan untuk adioisot
positifnya digunakan Silikon. Berondongan adioiso yang terbentuk akan ditarik
oleh adioisot positif dan pada saat penyerahan muatan listrik akan timbul arus
listrik searah seperti yang terjadi pada baterai nuklir CPD. Baterai nuklir PN junction ini walaupun tegangannya rendah
tapi arus yang dihasilkan jauh lebih besar dari pada baterai nuklir lainnya.
Sumber adioisotope yang digunakan adalah Prometium 147
(Pm147) yang mempunyai waktu paro 2,5 tahun, sehingga umur pakai
baterai nuklir jenis ini bisa mencapai 5 tahun. Bagan baterai nuklir PN
junction ini dapat dilihat pada Gambar 3.
4. Baterai nuklir termokopel
Baterai nuklir jenis ini memanfaatkan panas yang ditimbulkan oleh adioisotope
yang ditempatkan pada bagian dalam wadah yang dilengkapi dengan dua jenis logam
yang bersifat sebagai termokopel. Arus yang timbul dari adanya termokopel dapat
menjadi tenaga baterai. Bagan baterai nuklir jenis termokopel dapat dilihat
pada Gambar 4.
5. Baterai nuklir “secondary emitter”
Baterai nuklir jenis ini menggunakan adioisotope yang dapat menumbuk bahan
target yang peka terhadap radiasi, sehingga akan menimbulkan adioiso sekunder
akibat tumbukan tersebut. Elektron sekunder ini akan dikumpulkan oleh adioisot
yang tidak peka terhadap radiasi. Perbedaan tegangan
pada kedua adioisot tersebut akan menghasilkan arus listrik yang besarnya
proporsional dengan energi yang dibawa oleh adioiso sekunder. Skema
baterai nuklir jenis ini dapat dilihat pada Gambar 5.
6. Baterai nuklir fotolistrik
Baterai nuklir fotolistrik ini memanfaatkan sifat bahan sintilator yang akan
mengeluarkan pendar cahaya (foton) bila terkena radiasi. Pendar cahaya (foton)
yang timbul kemudian diubah menjadi tenaga listrik oleh bahan semikonduktor
yang peka terhadap foton cahaya. Foton cahaya dapat
juga diubah menjadi tenaga listrik oleh sel fotolistrik. Bahan sintilator yang
digunakan dapat berupa Posfor, Natrium Iodida yang diberi Thalium.
Gambar 6 menunjukkan skema baterai nuklir jenis fotolistrik yang
dimaksud.
7. Baterai nuklir “photon junction”
Baterai nuklir ini menggunakan posfor radioaktif (P32) sebagai
sumber radioisotopnya yang diapit oleh bahan semikonduktor. Bahan semikonduktor
diletakkan berhimpitan dengan “semiconductor surface layer” agar dapat terjadi
perpindahan “electron hole” akibat terkena radiasi P32. Adanya perpindahan electron hole pada bahan semikonduktor ini
akan menimbulkan pulsa listrik yang besarnya sama dengan energi pendar cahaya
yang terjadi. Tegangan baterai nuklir ini adioiso konstan.
Kamis, 13 November 2008
NUKLIR
Diposting oleh BloG PerTamaKu di 04.12 0 komentar
UJI COBA NUKLIR KOREA UTARA
Beberapa hari yang lalu, Korea Utara mengeluarkan statement yang mengklaim keberhasilannya dalam melakukan uji coba nuklir, meskipun pada waktu yang bersamaan sebenarnya Korea Utara telah mendapat tekanan dari dunia international agar Korea Utara segera meninggalkan program persenjataan nuklirnya.
Ledakan kuat atas uji coba nuklir tersebut disinyalir terjadi di sebuah fasiltas bawah tanah di Provinsi Hamgyong Utara, Korea Utara. Berbagai ahli analisis pertahanan mempercayai bahwa Korea Utara tidak mungkin mempunyai kemampuan untuk dapat melakukan hal tersebut, tetapi sepertinya tidak ada alasan untuk mengatakan bahwa Korea Utara hanya sekedar melakukan gertakan politik. Baik ahli dari Russia maupun Amerika Serikat mengatakan bahwa mereka percaya klaim yang telah diumumkan secara terbuka oleh Korea Utara sangat akurat dan ledakan maha dahsyat yang terjadi tersebut diperkirakan mempunyai daya ledak sekitar 15 kilo ton TNT, yang secara sepintas dapat dikatakan mendekati dengan daya ledak pada bom Hiroshima di tahun 1945.
Para pemimpin dunia mengutuk keras tindakan Korea Utara tersebut, karena apa yang dilakukannya dianggap telah mengancam ketentraman dan stabilitas keamanan. Oleh karena itu, mereka meminta kepada Dewan Kemanan PBB agar Korea Utara dijatuhkan sanksi berdasarkan Bab Tujuh dari Piagam PBB yang mengatur mengenai “ancaman terhadap ketentraman” dan “tindakan untuk melakukan agresi”.
Perwakilan Energi Atom International melaporkan bahwa uji coba nuklir yang dilakukan oleh Korea Utara telah mengancam rezim anti pengembangbiakan bahan nuklir dan juga telah menciptakan konflik keamanan yang cukup serius, tidak hanya pada kawasan Asia Timur tetapi juga untuk seluruh masyarakat International.
Pre-emptive Attack
Belum lama pula, tepatnya pada bulan Juli tahun ini, Korea Utara juga telah melakukan uji coba tujuh buah misilnya, termasuk satu kali kegagalan terhadap misil jarak jauh Taepodong-2 yang dapat menjangkau wilayah Amerika Serikat. Itulah sebabnya, di samping telah membuka babak baru yang cukup berbahaya di dalam pengembangbiakan senjata nuklir, uji coba yang dilakukan oleh Korea Utara dianggap telah menciptakan ancaman sangat serius bagi Amerika Serikat dan sekutunya yang sedang mencoba untuk menguasai negara-negara yang tidak tidak berpihak kepadanya. Akibatnya, petinggi garis keras di Washington telah merencanakan untuk menggunakan “pre-emptive attack” terhadap tempat-tempat pembuatan nuklir di Korea Utara dalam jangka waktu dekat ini jika uji coba tersebut dianggap telah dan akan menimbulkan ancaman.
Meskipun motif dalam menggunakan “pre-emptive attack” mempunyai tujuan yang mulia, tetapi secara pribadi penulis sangat tidak setuju jika seandainya tindakan tersebut ditempuh. Sebab, bagaimanapun juga, memberikan legitimasi dengan menyebutnya sebagai hak bagi setiap negara untuk menggunakan “pre-emptive attack” sebagai tindakan membela diri, maka hal tersebut sama saja degan memberikan perizinan yang pada nantinya tidak mungkin lagi dapat kita dikendalikan. Selain itu, hal tersebut juga akan memberikan kesempatan luas untuk melegitimasi penyerangan yang membabi-buta secara bersama-bersama oleh negara adikuasa guna menghancurkan negara-negara lemah di dunia ini. Terlebih lagi, tindakan tersebut secara tidak langsung akan pula melanggar ketentuan Piagam PBB yang nyata-nyata mendahului tindakan masyarakat internasional di mana setiap tindakan haruslah terlebih dahulu diputuskan melalui melalui instrumen Dewan Keamanan PBB.
Lagipula, sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Asia Timur telah serta merta memberikan sanksi dalam waktu yang cukup lama yang akibanya telah menimbulkan permasalahan utama di bidang ekonomi yang cukup serius yang hingga saat ini masih diderita oleh Korea Utara. Tentu saja, analis dari Seoul, Beijing dan Washington menyakini bahwa kemarahan Pyongyang terhadap sanksi yang telah dijatuhkan kepadanya adalah satu dari sekian alasan utama yang melatarbelakangi uji coba nuklir yang terkesan memberikan satu bentuk perlawanan baru. Hal senada telah nyata diungkapan oleh para petinggi Pyongyang bahwa tindakan yang dilakukan adalah sebuah tanda dari titik kulminasi selama dua dekade perlawanan Korea Utara terhadap Amerika Serikat, perseteruan abadi terhadap negara yang mempunyai kekuatan ekonomi terkuat di dunia.
Oleh karenanya, China dan beberapa negara lainnya merasa enggan untuk memberikan dukungan penuh terhadap sanksi ekonomi kembali yang akan dijatuhkan oleh PBB terhadap klaim keberhasilan uji coba nuklir Korea Utara, sebab draft sanksi tersebut sepenuhnya dibuat oleh Amerika Serikat. Mereka tidak mengharapkan Pyongyang akan mengambil langkah keras dengan tindakan balasan yang justu dapat memperburuk hubungan dengan negara-negara disekitarnya apabila sanksi tersebut terkesan dipaksakan.
Maka dari itu, berdasarkan sudut pandang spektrum politik lain, Taylor Marsh berpendapat bahwa uji coba Korea Utara adalah sebuah bukti lebih lanjut dari kegagalan administrasi dan diplomasi dari Bush, di mana pertama kali dimulai dengan kebijakan politik Bill Clinton dan kemudian diperparah dengan menghina Pyongnyang dengan menghubungkan Korea Utara bersama Iran dan Iraq sebagai bagian dari “Axis of Evil”. Kini Korea Utara telah memetik pelajaran berharga dari kehancuran Iraq bahwa mereka harus juga mampu bersikap kasar kepada siapapun guna menghindari terjadinya berbagai bentuk invasi kenegaranya.
Dari Iran hingga Korea Utara kemudian sampai dengan Venezuela, mereka mulai membangun strategi anti pemimpin-pemimpin negara barat guna memberikan ancaman di tengah-tengah menguatnya harga minyak dunia atau sekedar untuk memperlemah jangkauan militer Amerika Serikat dengan cara mengurangi daya pengaruh publik terhadap dukungan atas penggunaan “pre-emptive action” oleh kekuatan militer Amerika Serikat dan sekutunya.
Tentu saja kita setuju dan mengecam keras tindakan pengembangbiakan senjata nuklir, dan sudah sepatutnya pula hal tersebut harus segera dimusnahkan. Namun demikian, jika Amerika, Inggris, dan negara lainnya mengingkan negara-negara lainnya menghentikan pembuatan senjata nuklir, maka hemat penulis mereka seharusnya dapat pula memimpin dengan memberikan contah terlebih dahulu dalam membina hubungan baik dengan negara manapun, dan bukan justru menciptakan tindakan sebaliknya yang saling bermusuhan.
Diposting oleh BloG PerTamaKu di 04.04 0 komentar
NEGARA BERKEMBANG HADAPI KONSEKUENSI SERIUS KRISIS KEUANGAN
Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF), Ahad, memperingatkan bahwa negara berkembang dapat menanggung konsekuensi serius krisis keuangan.
“Negara berkembang dan dalam peralihan (DRC) dapat mengalami konsekuensi serius dari setiap pengetatan kredit berkepanjangan atau kemunduran global yang berkelanjutan,” demikian antara lain isi komunike yang disiarkan setelah pertemuan Komite Pembangunan Bank Dunia dan IMF.
“Kami prihatin dengan dampak kekacauan di pasar keuangan dunia dan harga pangan serta bahan bakar yang tetap tinggi,” kata komunike tersebut. “Kami menyambut baik komitmen negara anggota untuk melakukan kerjasama dan tindakan menyeluruh guna memulihkan kstabilan keuangan dan berfungsinya pasar kredit secara baik,” katanya.
Kelompok Bank Dunia (WBG) dan IMF harus membantu menangani tantangan kritis itu, terutama dampak pada negara berkembang, dan mengambil pelajaran dari krisis saat ini, kata komunike tersebut.
“Akan penting untuk mempertahankan pusat perhatian pada dukungan bagi pertumbuhan yang berkesinambungan, pengentasan orang miskin, dan tercapainya Sasaran Pembangunan Milenium (MDG),” katanya.
Presiden Bank Dunia Robert Zoellick mengatakn setelah pertemuan itu bahwa Bank Dunia akan membantu negara berkembang memperkuat ekonomi mereka, mendorong sistem keuangan mereka dan melindungi orang miskin dari kekacauan keuangan di semua pasar internasional.
“Negara berkembang, banyak di antaranya sudah menghadapi pukulan keras akibat tingginya harga energi dan kebutuhan pokok, terancam mengalami kemunduran sangat serius dalam upaya mereka meningkatkan standard hidup penduduk mereka dari pengetatan kredit berkepanjangan atau kemunduran global yang berksesinambungan,” kata Zoellick pada suatu taklimat.
“Kelompok paling miskin dan rentan menghadapi resiko kerugian paling serius, dan dalam beberapa kasus permanen.
Bank Dunai belum lama ini telah mengumumkan bahwa fasilitas keuangan cepat senilai 1,2 miliar dolar AS akan menyediakan bantuan segera buat banyak negara dalam menanggulangi dampak harga pangan yang tinggi buat orang miskin dan sebanyak 850 juta dolar AS sudah disetujui atau siap disalurkan, kata pemimpin Bank Dunia itu.
“Kami mensak semua negara untuk mempertimbangkan pemberian sumbangan bagi dana ini. Australia baru-baru ini sudah menyumbang 50 juta dolar AS, tapi kami memerlukan lebih banyak lagi,” katanya.
Direktur Pelaksana IMF Dominique Strauss-Kahn juga mengatakan pada taklimat tersebut bahwa dunia tak boleh melupakan krisis lain. Ia merujuk kepada krisis kenaikan harga pangan dan energi di negara miskin.
Strauss-Kahn memuji rencana aksi Eurozoone untuk menanggulangi krisis keungan itu. Ia juga mendesak pemerintah AS agar menerapkan rencana penjaminan segera senilai 700 miliar dolar AS guna menstabilkan pasar keuangan.
Diposting oleh BloG PerTamaKu di 02.04 0 komentar
10 NEGARA MAJU JANJIKAN DANA BAGI CIF
Dalam pertemuan di Bank Dunia, Washington, wakil dari 10 negara, yakni Australia, Perancis, Jerman, Jepang, Belanda, Norwegia, Swedia, Swiss, Inggris dan Amerika Serikat, menekankan dukungan bagi CIF, yang secara resmi disetujui pada 1 Juli oleh Bank Dunia.
Usul pertama untuk memperoleh keuntungan dari dana berdasarkan CIF diperkirakan diumumkan awal 2009, demikian antara lain isi pernyataan yang dikeluarkan oleh Bank Dunia.
“Dana ini adalah langkah nyata ke depan ke arah penyelarasan tantangan perubahan iklim global dengan tantangan pembangunan dan pengentasan orang miskin,” kata Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick.
“Namun kami harap itu hanya permulaan, dan negara lain juga akan memberi sumbangan guna memungkinkan pendanaan lebih besar bagi kegiatan mengenai iklim,” katanya.
Dana Penanaman Modal Iklim dibentuk melalui proses konsultasi yang melibatkan serangkaian pertemuan rancangan banyak-pemegang saham dan memperhitungkan konsultasi perubahan iklim global yang diselenggarakan oleh Bank Dunia selama sembilan bulan terakhir.
Konsultasi berlangsung dengan calon penerima dan donor, keluarga PBB, bank lain pembangunan pembangunan multilateral, organisasi masyarakat sipil, dan sektor swasta.
Negara berkembang akan memiliki suara yang sama dalam susunan pemerintah bagi dana itu, dan keputusan mengenai penggunaan dana akan dibuat berdasarkan konsensus.
Konferensi yang menghasilkan janji tersebut Jumat adalah langkah besar ke arah pembangunan dasar keuangan bagi Dana Teknologi Bersih, yang baru dibentuk, kata Wakil Menteri Urusan Internasional di Kementerian Keuangan AS, David McCormick. Ia menyatakan, Amerika Serikat memberi sumbangan US$2 miliar selama tiga tahun.
Sementara itu, Inggris mengumumkan komitmen 800 juta poundsterling (sebanyak US$1,5 miliar), dan Jepang menyatakan akan menyumbang sebanyak US$1,2 juta bagi CIF.
Diposting oleh BloG PerTamaKu di 01.58 0 komentar
Jumat, 07 November 2008
Perkembangan Game Online di Indonesia
Dari waktu ke waktu sejak pertama kali masuk Indonesia dan diperkenalkan pada masyarakat, perkembangan game menunjukkan pertumbuhan yang amat cepat seiring dengan perkembangan teknologi. Banyak perusahaan swasta Indonesia yang kemudian membeli lisensi game untuk dipasarkan di Indonesia. Tren tersebut secara langsung ataupun tidak langsung telah berpengaruh terhadap pertumbuhan game center di Indonesia.Game yang berkembang ke arah multiplayer (bermain lebih dari satu orang) berkembang begitu pesat di game center Indonesia. Pada awalnya game multiplayer hanya mencakup LAN (local area network), seperti Counter Strike, Warcraft, dan Command and Conquer. Hal ini kemudian berkembang dengan semakin populernya teknologi internet, sehingga permainan tidak lagi secara lokal, melainkan online di seluruh Indonesia. Game-game online, seperti Ragnarok Online dan World of Warcraft, pun menjadi pilihan para gamer Indonesia. Adapun keluhan para komunitas gamer tentang hal-hal yang telah disebutkan di atas dapat membuat inspirasi konsep sebuah game center yang dapat memberikan kepuasan bagi komunitas gamer itu sendiri.
Pada masa kini bisnis game center merupakan salah satu bisnis yang diminati. Hal ini dikarenakan semakin bertambahnya kaum dewasa yang sangat tertarik untuk mencoba game online. Hal ini menyebabkan banyak komunitas gamer yang menciptakan game yang atraktif, menarik dan menantang sehingga mereka semakin tertantang untuk mencobanya.Maraknya Game online pada saat ini menciptakan persepsi sebuah fenomena bahwa game online sebagai gaya hidup di berbagai belahan dunia saat ini cukup mencengangkan. Aktivitas bermain game online disinyalir dapat mengalahkan keberadaan situs-situs popular bertema jaringan sosial seperti Friendster dan Multiply, maupun website yang menyediakan video online.Di Indonesia, fenomena game online tidak kalah semarak dengan yang terjadi di luar negeri. Jika Anda mengintip Multi Player Game (MPG) yang bertebaran di setiap sudut kota, Anda akan melihat besarnya minat para gamers bermain game online. Para gamer betah bertahan selama berjam-jam di depan layar monitor untuk bermain. Tak jarang, mereka sampai lupa makan, lupa tidur bahkan lupa bekerja atau mengerjakan tugas sekolah.
Salah satu efek dari maraknya perkembangan game online adalah terciptanya komunitas-komunitas game yang memfasilitasi para gamer untuk menuangkan segala pengalaman mereka seputar bermain game tersebut. Tak hanya itu, komunitas-komunitas tersebut kemudian dijadikan ajang komunikasi multikultural yang dapat menjelma menjadi gaya hidup dan penyambung tali silaturahmi antar sesama manusia.
Diposting oleh BloG PerTamaKu di 03.45 0 komentar

